Sunday, November 29, 2009

Cara Kerja WiMax

copyright @:ilmukomputer.org


Cara Kerja Wimax
Secara umum,Wimax terdiri dari dua bagian yaitu base station Wimax dan Wimax receiver atau disebut juga customer premise equipment (CPE).
Wimax Base Station
Base station Wimax terdiri dari elektronik indoor dan tower Wimax,Umumnya satu base-station menjangkau radius 6 mile (secara teori dapat menjangkau hingga radius 50 km atau 30 mile,tapi prakteknya baru terbatas sekitar 10 km atau 6 mile.Dalam area layanan tersebut dimanapun dapat mengakses internet secara wireless.Base station Wimax menggunakan MAC layer(didefinisikan dalam standart),sebuah interface umum yang membuat jaringan interoperable dan dapat mengalokasikan bandwitch uplink dan downlink ke pelanggan berdasarkan kebutuhan pada satuan waktu tertentu.Setiap base station menjangkau daerah yang dinamakan cell,maksimal radius dari cell secara teori adalah 50 km(tergantung band frekuensi yang dipilih),namun pengembangan yang umum adalah radius 3-10 km.Seperti jaringan mobile seluler,antenna pada base-station dapat omnidirectional(cell yang circular),atau directional(linear)atau sektoral.
Wimax receiver
Wimax receiver dapat terdiri dari antenna yang terpisah(bagian yang terpisah antara receiver electronic dan antenna)atau dapat berupa box sendiri atau PCMCIA card dalam laptop.Akses ke base-station Wimax hamper sama dengan mengakses acces point dalam jaringan Wi-Fi.Namun masih tingginya biaya instalasi CPE menjadi kendala karena mmerlukan tenaga ahli dalam instalasi CPE untuk system BWA.
Backhaul
Backhaul lebih ke koneksi dari acces point ke provider dan koneksi dari provider ke jaringan inti.Wimax telah menggunakan teknologi frekuensi tinggi.Pengoptimalan Wimax terlertak pada jenis transmitter(beam antenna)dan lokasi penggunaannya(dinding,gedung tinggi).Selain itu pemancar transmitter HF dilakkan dengan sitem Beam Shaping.Jadi mulai standar 802.16a,semua antenna pada sebuah base station dapat saling terhubung untuk menyesuaikan beam characteristic terhadap jangkauan dan bandwitch.Teknologu Transmisinya pun tergolong baru.Modulasi nya sinyal carrier dilakukan secara parallel melalui modulasi Orthogonal Frequency Division Multiplexing(OFDM).






sumber:ilmukomputer.org
oleh:Angga Hardik Putra
Nrp :0972222

Keuntungan Wimax Dibandingkan Wi fi

copyright @:indoskripsi.com

Ada beberapa keuntungan dengan adanya WimaX,jika dibandingkan dengan WiFi antara lain sebagai berikut:
1.Para produsen mikroelektronik akan mendapatkan lahan baru untuk dikerjakan dengan membuat chip-chip yang lebih general yang dapat dipakai oleh banyak produsen perangkat wireless untuk membuat BWA-nya.Para produsen wireless tidak perlu mengembangkan solusi end-to-end bagi penggunanya,karena sudah tersedia standar yang jelas.
2.Operator telekomunikasi dapat mengehemat investasi perangkat,karena kemampuan WIMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan dengan kompabilitas yang lebih tinggi.
3.Pengguna akhir akan mendapatkan banyak pilihan dalam berinternet.Wimax merupakan salah satu teknologi yang dapat memudahkan kita untuk koneksi dengan internet secara mudah dan berkualitas.
4.Memiliki banyak fitr yang selama ini belum ada pada teknologi WiFi dengan standar IEEE 802.11.Standar IEEE 802.16 digabungkan dengan ETSI HiperMAN,maka dapat melayani pangsa pasar yang lebih luas.
5.Dari segi coverage-nya saja yang mencapai 50 kilometer maksimal,Wimax sudah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi keberadaan wireless MAN.
Kemampuan untuk menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh dan akan menutup semua celah broadband yang tidak dapat terjangkau oleh teknologi kabel dan digital subscriber line (DSL).
6.Dapat melayani para subscriber,baik yang berada pada posisi line of sight(LOS),maupun yang memungkinkan untuk tidak line of sight (NLOS).


Sumber oleh:Dr.Ir.Budi Raharjo


Oleh :Angga Hardik Putra
Nrp :0972222

Karakteristik WiMAX

Copyright @ kucingkumeong.multiply.com

Untuk mendapatkan layanan WiMAX, memerlukan antena khusus yang dapat dioperasikan oleh 60 perusahaan dengan koneksi masing-masing sekira 1 Mbps.

Karakteristik utama yang dimiliki WiMAX antara lain:

* Pada versi awal IEEE 802.16a bekerja di frekuensi 10 – 66 GHz, sehingga cocok digunakan untuk teknologi point to point.
* Untuk versi IEEE 802.16 ini dapat digunakan untuk hubungan nonline outsite (NLOS).
* Kompatibel dengan digital switch yang ada ( ATM,dll) dengan optimal data rate per user antara 300 kbps – 2 Mbps dan rangenya 5 – 8 km untuk maksimal throughput.
* Untuk versi IEEE 802.16d , muncul teknologinya di bulan Oktober 2004. Tekniknya terjadi pemecahan kanal ke kanal – kanal terkecil menggunakan Op-Amp dan teknologi Amart Antenna. Digunakan untuk fixed access, yang meliputi BS maupun receiver yang merupakan CPE. BS berupa Proxim Tsunami MP.16 akan dipasarkan baik kepada operator telekomunikasi maupun kepada perusahaan pemakai.
* Versi IEEE 802.16e dikeluarkan akhir tahun 2004 ini yang akan digunakan untuk mendukung mobilitas (Handover, roaming) pada system selular sampai 120 km/jam dan bekerja dalam NLOS. Digunakan untuk aplikasi mobile access.
* Dikonfigurasikan untuk layanan di pedesaan sampai radius maksimal 50 km, atau layanan di daerah berpenduduk padat di perkotaan untuk jarak 1- 4 km, dengan data rate sampai 75 MB/s. Dapat dibayangkan dengan teknologi ini, peralatan wireless point-to-multipoint, broadband, none-line-of-sight (NLOS), last-mile access dan solusi backhaul yang memungkinakan melengkapi, memperluas, bahkan menggantikan infra struktur jaringan pakai kabel.
* Sistem ini mendukung teknologi video streaming, VoIP telephony, tayangan diam maupun bergerak, e-mail, Web browsing, e-commerce, dan layanan berbasis lokasi.

Kunci keberhasilan WiMAX ini ada pada frekuensi yang tidak memerlukan ijin dan biaya, misalnya jika dibandingkan dengan AT&T Wireless membayar milyaran dollar ke pemerintah AS untuk menggunakan secara eksklusif gelombang radio frekuensi tertentu, yang memungkinkan perusahaan ini memberikan jasa layanan mobile-phone atau ponsel pada pelanggannya tanpa gangguan, tapi membatasi pesaingnya menggunakan frekuensi yang sama.

www resource
http://kucingkumeong.multiply.com/journal/item/28

Oleh : Wildan Bahari
NRP : 0972136

Elemen Perangkat WiMAX

Copyright @ id.wikipedia.org

Seluruh dokumen di id.wikipedia.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen.Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,kecuali mendapat ijin terlebih dahulu dari id.wikipedia.org

Elemen/ perangkat WiMAX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti antena, kabel dan asesoris lainnya.

Base Station (BS)

Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMAX. Komponen BS terdiri dari:

* NPU (networking processing unit card)
* AU (access unit card)up to 6 +1
* PIU (power interface unit) 1+1
* AVU (air ventilation unit)
* PSU (power supply unit) 3+1

Antena

Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60°, 90°, atau 120° tergantung dari area yang akan dilayani.

Subscriber Station (SS)

Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU), perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan antena.

Teknologi WiMAX dan Layanannya

BWA WiMAX adalah standards-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.

Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala kecil. Namun demikian kemampuan mobility dari Mobile WiMAX masih berada dibawah kemampuan teknologi selular.

www resource
http://id.wikipedia.org/wiki/WiMAX

Oleh : Wildan Bahari
NRP : 0972136

Perkembangan Wimax di Indonesia

Copyright @
Seluruh dokumen di id.wikipedia.org dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen.Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,kecuali mendapat ijin terlebih dahulu dari id.wikipedia.org

Pesatnya perkembangan teknologi digital dan tumbuh suburnya aplikasi-aplikasi multimedia mendorong terciptanya inovasi teknologi dengan kemampuan lebih baik, efisien, dan harga yang murah. Misalnya, media Dense Wavelength Division Mode (DWDM) untuk jaringan Fiber Optic (FO) dan Multi Protocol Label Switching (MPLS) untuk jaringan berbasis Internet Protocol (IP). Media wireless dengan teknologi cellular (GSM,CDMA, EDGE, dan 3G) dan Broadband Wireless Access (BWA) seperti Personal Area Network (PAN), Wireless Fidelity (WiFi), dan Worldwide Interoperability Microwave Access (WiMAX). Media satelit dengan teknologi Digital Video Broadband Satellite (DVB-S) dan Mobile Satellite Service (MSS).

Semua perkembangan teknologi itu memberikan peluang bisnis dan investasi yang sangat luas, sekaligus muncul tuntutan agar menyediakan infrastruktur telekomunikasi, mulai dari jaringan switching dan backbone, hingga jaringan akses yang menghubungkan ke lokasi pelanggan (last mile). Di Indonesia, penggunaan teknologi wireless sangat sesuai diterapkan karena adanya kesenjangan infrastruktur. Pembangunannya mudah, cepat, dan investasi awal tidak terlalu besar.

Namun demikian,teknologi wireless memiliki kendala utama dalam hal penggunaan dan pengaturan spektrum frekuensi yang merupakan sumber terbatas. Dengan teknologi wireless berstandar WiMAX maka perbaikan terhadap efisiensi penggunaan spektrum akan terjawab. Beberapa kelebihan WiMAX, yaitu kemampuan mentransfer data hingga 75 Mps, penggunaan modulasi OFDM untuk mengatasi kondisi Non Line Of Sight (NLOS), serta kemampuan interoperability yang bisa menekan harga. Selama ini teknologi yang digunakan masih mengharuskan kondisi Line of Sight (LOS) dan bersifat proprietary. Memiliki perancangan jaringan relatif sederhana karena hanya berdasarkan kondisi bebas pandang antara base station (BS) dan subscriber station (SS). Untuk mengatasinya, disain jaringan WiMAX memerlukan pendekatan yang lebih rumit, menyerupai perancangan cell pada sistem selular. Diperlukan pengaturan letak antar BS dengan kapasitas dan radius cell dipilih berdasarkan peruntukan dan tingkat kepadatan pengguna.

Manfaat WIMAX untuk meningkatkan nilai kompetitif bisnis, meningkatkan perkembangan perusahaan TI, mendorong implementasi e-government dan e-commerce, mendorong implementasi tele-working, tele-conferencing, tele-education, dan tele-medicine, mendorong implementasi untuk kegiatan hiburan dan promosi wisata, pemerataan akses data dan membuka peluang bisnis layanan dan konten baru.

Saat ini pemerintah lebih memilih mengalokasikan pita frekuensi 2,3 GHz yang akan dilelang untuk penerapan WiMAX di Indonesia. Pita selabar 100 MHz ini memang relatif paling kosong dibandingkan dengan spektrum lainnya. Sedangkan aada pita frekuensi 2,5 GHz, masih terdapat microwave link, BWA, dan juga masih digunakan untuk sistem komunikasi satelit penyiaran digital oleh Cakrawarta (Indovision) dengan cakupan nasional.

Sumber: Made Meganjaya (Manager Dukungan Penjualan)




www resource
http://ska.web.id/index.php?ska=detail&idDet=A0012
http://id.wikipedia.org/wiki/WiMAX

Oleh : WILDAN BAHARI

NRP : 0972136

Wimax Vs 3G

copyright
Seluruh dokumen di harmiprasetyo.wordpress.com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen.Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,kecuali mendapat ijin terlebih dahulu dari harmiprasetyo.wordpress.com


WiMAX VS 3G
Belakangan ini teknologi WiMAX telah menjadi primadona perbincangan dan diskusi baik diantara vendor maupun operator telekomunikasi dunia. Dengan kemampuan yang lebih dibanding teknologi BWA (Brodband Wireless Access) sebelumnya WiMAX menjadi salah satu penantang 3G (sistem seluler generasi ke-3) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan akses kecepatan tinggi.

Dengan munculya WiMAX secara otomatis akan menimbulkan persaingan antara pengusung WiMAX dengan vendor pengusung 3G. Masing-masing saling berlomba menunjukkan kebolehan dan keunggulan baik yang terkait dengan teknologi, layanan, investasi (nilai ekonomis) maupun dalam kemudahan penggunaan dan pemeliharaannya. Seperti diketahui telah banyak negara yang mengimplementasikan teknologi 3G (Indonesia masih trial) namun untuk WiMAX masih dalam proses sertifikasi. Kalaupun ada yang mengimplementasikan masih menggunakan teknologi pre WiMAX.

Banyak faktor penentu untuk suksesnya implementasi suatu teknologi. Dengan demikian sangat perlu diperhatikan tentunya bagi operator yang akan mengoperasikan teknologi WiMAX atau 3G. Artikel berikut merupakan sekilas uraian perbandingan antara teknologi WiMAX dan teknologi 3G. Tentunya dalam proses evaluasi yang lebih tajam diperlukan adanya kajian yang lebih mendalam menyangkut aspek teknis maupun aspek ekonomis. Selain itu perlu dibedakan antara kajian untuk operator incumbent maupun bagi operator baru.

Teknologi 3G

Layanan 3G merupakan layanan komunikasi bergerak yang menjanjikan peningkatan bandwidth hingga 384 Kbps ketika diakses dalam keadaan berjalan (nomadic), sementara untuk di kendaraan bergerak kecepatannya sekitar 128 KBps dan sampai 2 MBps bila dalam kondisi diam. Teknologi yang bisa digunakan untuk memberikan layanan 3G bisa berbasis GSM (W-CDMA) atau CDMA (CDMA2000). Namun karena dari awal teknologi di 2G-nya didominasi oleh sistem GSM maka untuk 3G-nya saat ini juga masih banyak berkembang dari teknologi W-CDMA. Diantara kedua teknologi 3G dimaksud juga saling berkompetisi antara yang berbasis GSM dan CDMA.

Gambar berikut mendeskripsikan evolusi teknologi seluler (GSM & CDMA) menuju ke 3G.

Gambar 1. Evolusi Sistem Seluler ke 3G

Teknologi WiMAX

Sementara itu WiMAX merupakan teknologi yang sangat baru. Bahkan pengujian perangkat dari beberapa vendor untuk mendapat sertifikat ”WiMAX” baru dimulai sekitar bulan Agustus 2005. Untuk standar WiMAX mobile (IEEE 802.16e) baru disahkan sekitar pertengahan tahun 2006. Sementaa itu WiMAX yang akan berkembang saat ini masih comply ke standar IEEE 802.16-2004 yang diaplikasikan untuk solusi fixed.

Sedangkan di teknologi WiMAX diawali dengan standar 802.16 kemudian diperbaharui ke 802.16 (REVd) dan dikembangkan ke untuk melayani pelanggan mobile (802.16e). Tabel berikut menerangkan berbagai standar evolusi di WiMAX.

Tabel 1. Perkembangan Standar WiMAX

Produk Life Cycle

Seperti biasa pada implementasi sebuah teknologi atau produk maka mata rantai dari life cycle produk dimaksud akan melalui 4 tahapan yaitu product development, introduction to market, Mature Market dan product phase-out.

Perbedaan antara WiMAX dan 3G saat ini adalah bahwa untuk WiMAX tahapannya baru memasuki product development dan sedang introduction to market. Sedangkan 3G sedang mengalami 2 tahapan yaitu introduction to market dan mature market (untuk beberapa negara).

Untuk fase product phase-out tentunya masih belum diketahui, perlu dilakukan kajian lebih mendalam terkait dengan waktu (berapa tahun) kedua teknologi tersebut mampu bertahan.

Gambar berikut mendeskripsikan produk Life Cycle antara teknologi WiMAX dan 3G.

Gambar 2. Life Cycle WiMAX & 3G

Layanan

Bila dilihat dari sisi layanan (speed) yang bisa diberikan, maka WiMAX mampu melampaui 3G. Tabel berikut diambil dari CSBF research yang menggambarkan perbandingan berbagai teknologi ke depan termasuk 3G dan WiMAX.

Tabel 2. Perbandingan Data rate (speed) antara 3G & WiMAX

Dengan demikian keunggulan WiMAX adalah terlihat dari sisi kecepatannya. Dengan demikian secara otomatis akan banyak memberikan layanan yang menarik dibanding 3G.

Namun bila difokuskan pada kemampuan mobility-nya, 3G masih unggul dibanding WiMAX. Apalagi saat ini (tahun 2005) WiMAX baru difokuskan untuk pelanggan fixed dan baru tahun 2006 mulai difokuskan untuk pelanggan bergerak (nomadic). Gambaran perbandingan tingkat mobilitas antara WiMAX dan 3G dapat dilihat seperti terlampir di bawah :
Gambar 3. Mobility antara 3G vs WiMAX

Menurut deskripsi di atas, maka WiMAX sangat cocok untuk kondisi low mobility namun high bandwidth. Sedangkan 3G diperuntukkan untuk high mobility dengan data rate yang rendah.

Disamping perbedaan di atas dari awal teknologi seluler termasuk 3G adalah diperuntukkan untuk pelanggan personal. Lain dengan teknologi WiMAX yang pada awalnya diimplementasikan untuk backhaul maupun akses broadband. Ke depan setelah mengikuti standar 802.16 e WiMAX baru cocok untuk aplikasi mobile (nomadic).

Bagaimana di Indonesia ?

Khusus di Indonesia ke dua teknologi baik WiMAX maupun 3G masih belum ditetapkan frekuensinya dan operator yang berhak siapa dan dapat berapa MHz. Kasus penerapan 3G diperkirakan masih menunggu waktu yang cukup lama. Operator lama yang baru melakukan trial adalah Telkomsel dan Indosat sedangkan operator baru yang telah memegang lisensi 3G adalah Natrindo dan Cyber Access Communication (CAC). Sementara di WiMAX sendiri dari regulasi baru menginformasikan kemungkinan penerapannya di kisaran band 2,3 GHz; 3,5 GHz; dan 5,8 GHz. Frekuensi persis dan nama operatornya belum ditentukan.

Kesimpulan dan Saran

- WiMAX sangat cocok digunakan untuk pelanggan dengan tingkat mobilitas yang rendah namun kebutuhan bandwidthnya tinggi.

- 3G fokus pada pelanggan dengan tingkat kebutuhan mobilitas tinggi sedangkan kebutuhan bandwidthnya lebih rendah.

- Dari sisi time to market 3G mendahului dibanding dengan WiMAX.

- Dalam perkembanganya 3G dikembangkan untuk pelanggan personal sedangkan WiMAX awalnya dikembangkan untuk bachaul, akses, baru ke personal.

- Perlu segera ketetapan dari pemerintah berkaitan dengan frekuensi WiMAX dan 3G.

www resource
http://harmiprasetyo.wordpress.com/2006/10/06/wimax-vs-3g/

oleh : Husain Nasser
NRP : 0972242

WiMAX di JEPANG

copyright
Seluruh dokumen di artikelkamal.blogspot.com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen.Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,kecuali mendapat ijin terlebih dahulu dari artikelkamal.blogspot.com


WiMAX JEPANG

Tokyo, Yokohama, Kawasaki-Jepang WiMAX
UQ Komunikasi berinisiatif meluncurkan teknologi WiMAX di Jepang Secara Gratis. Dari tiga kota di Jepang yaitu: Tokyo, Yokohama dan Kawasaki telah menerima layanan gratis WiMAX mulai Februari 2009. Percobaan gratis akan berjalan sampai akhir juni depan, dimana pelanggan WiMAX akan dikenakan biaya sekitar $50 per bulan untuk tetap bisa menikmati layanan WiMAX. Harga ini lebih murah dibandingkan dengan orang-orang disekitar kota yang menggunakan paket HSPA (High Speed Packet Access). UQ telah memproduksi kartu WiMAX sebagai bagian dari percobaan ini.


Pada April 2009 UQ Komunikasi telah mengumumkan penggunaan WiMAX dibeberapa titik akses yakni, Bandara Haneda baik terminal 1 dan 2. Pada tahun-tahun berikutnya layanan WiMAX akan diperluas keseluruh bandara Jepang. Bandara Haneda terletak di Ota, Tokyo adalah salah satu bandar udara utama yang melayani Greater Tokyo Area. UQ Komunikasi adalah operator utama telekomunikasi Jeapang dengan lisensi WiMAX Spektrum yang didirikan pada tahun 2007. UQ Komunikasi merencanakan menarik sebanyak 300.000 pelanggan layanan WiMAX sampai pada akhir tahun 2009. Pada tahun-tahun berikutnya UQ Komunikasi mengharapkan menarik beberapa juta pelanggan dan pasar dengan tujuan mencakup 90% penduduk pada tahun 2012.

www resource
http://artikelkamal.blogspot.com/2009/05/wimax-jepang.html

Oleh : Husain Nasser
NRP : 0972242